Gejala Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Gejala Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa  – Penyakit hernia merupakan salah satu penyakit yang ditunjukkan dengan penonjolan yang terjadi pada viskus melalui suatu lubang yang ada di dalam kavitas letak dimana visera berada. Biasanya tempat yang menjaadi sarang dari hernia ini terjadi lipat paha, umbilukus, pada linea alba, garis semilunaris dari Spiegel, diafragma, dan juga insisi bedah.

Gejala Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Gejala Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

 Penyakit Hernia

Gejala penyakit hernia pada orang dewasa akan menjadi suatu hal yang tidak enak dirasakan saat sore hari datang, dan akan membaik di malam hari. Jika sang penderita bersandar, maka gejala hernia akan berkurang. Nyeri yang dirasakan pada bagian lipat paha, namun, hernianya tidak bisa terlihat,biasnaya hal ini tidak mengindikasikan akan mula munculnya hernia.

Kebanyakan penyakit hernia ini akan berkembang dengan diam-diam. Hal yang harus dilakukan untuk mengidentifikasikan dari penyakit hernia ini adalah dilakukan pemeriksaan. Hernia yang tidak bisa dideteksi melalui pemeriksaan, bisa dideteksi dengan usg atau ultrasonografi. Nyeri hebat yang dirasakan sebagai suatu gejala penyakit hernia pada orang dewasa diikuti dengan nyeri tekan, obstruksi interna, dan juga gejala dari terjadinya sepsis. Raduksi yang terjadi dari herna strangulasi meruakan kontraindikasi jika terdapat sepso atau adanya isi dari sakus yang diperkirakan mengalami gangerosa.

Gejala penyakit hernia pada orang dewasa biasanya ditandai juga dengan rasa mual pada letak dimana terjadinya hernia. Nyeri yang dirasa keras. Terjadinya benjolan pada letak hernia, terdapat gelembung pristal yang bisa didengar. Dan jika otot sudah mengendor, maka benjolan ini akan hilang. Kadang perut juga terasa perut kembung, yang disertai mual dan juga muntah.

Diagnosis Hernia

Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesa pada penderita penyakit hernia tentang penyakit yang Anda derita yakni untuk menjelaskan adanya pernyakit hernia tersebut. Pemeriksan yang dilakukan secara fisik untuk mengetahui infeksi, auskultasi, palpisai, perkuasi pada daerah yang mengalami keluhan. Terdapatnya suatu benjolan yang terdapat ditempat yeng sering mengalami penyakit hernia. Dan hal yang perlu dilakukan juga adalah dengan rontgent untuk mengetahui keadaan yang lebih pasti.

Diagnosis gejala hernia sendiri biasanya ditegakkan berdasarkan dari anamnesis pada penderita penyakit hernia mengenai penyakit yang sedang dialami misalnya adalah dengan menjelaskan apakah adanya gejala hernia itu sendiri. Kemudian pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk membantu mengetahui mengenai infeksi, auskultasi, palpisai, erkuasi dibagian daerah yang mengalami keluhan tadi. Dan adanya suatu benjolan yang ada pada tempat sering mengalami gejala hernia. Dan hal yang harus dilakukan adalah dengan melakukan rontgent untuk membantu mengetahui mengenai keadaan yang lebih pasti dari gejala hernia tersebut.

Operasi Hernia

Gejala hrnia biasanya akan terasa disaat kita sedang berdiri, sedang batuk dan juga sedang tegang. Untuk kasus penyakit hernia ini cara penanganan dengan melakukan operasi hernia disebut dengan istilah herniotomi. Herniotomi merupakan salah satu bentuk tindakan untuk membantu membuka kantong hernia, dan kemudian memasukannya lagi ke dalam kantong hernia agar bisa masuk ke dalam rongga adbomen, serta dengan mengikat dan juga memotong kantong hernia. Sedangkan pada herniplasti adalah dengan melakukan tindakan untuk membantu membuatkan daerah dibagian defek, misalnya adalah untuk kasus hernia inguinalis. Dan tindakannya ini biasanya bertujuan untuk membantu menguatkan cincin inguinalis internal dan membantu menguatkan dinding posterior secara kanalis inguinalis.

Operasi pada penyakit hernia merupakan salah satu jalan pengobatan penyakit hernia inguinalis yang lebih rasional. Indikasi dari operasi ini sudah ada begitu diagnosis mulai ditegakkan. Dan pada prinsip dasar operasi hernia ini biasanya terdiri dari herniotomi serta hernioplasti. Komplikasi penyakit hernia atau turun berok biasanya tergantung dari suatu keadaan yang dialami oleh isi dari hernia. Isi dari hernia ini biasanya bisa tertahan di dalam kantong, dan untuk kasus hernia ireponibel ini biasanya akan terjadi jika isi dari hernia terbilang lumayan besar, misalnya adalah jika terdiri dari omentum, organ ekstra peritonial. Dan disini tidak muncul gejala klinis kecuali jika dalam bentuk benjolan. Bisa juga terjadi dalam bentuk isi hernia yang tercekik oleh cincin hernia sehingga akan terjadi hernia strangulata yang bisa menimbulkan adanya suatu gejala obstruktif pada usus yang terjadi dengan sederhana. Sumbatan yang terjadi bisa total dan parsial. Jika cincin pada hernia sempit dan menjadi kurang elastis atau juga berubah lebih kaku, maka lebih sering terjadi pada jepitan parsial. Selain itu, tak jarang juga akan terjadi inkarserasi retrigard, yakni adalah dua segmen pada usus yang terperangkap ke dalam kantong hernia dan pada satu segmen yang lain ada di dalam rongga peritoneum misalnya seperti huruf W.

Jepitan pada cincin hernia ini kemudian akan menimbulkan terjadinya gangguan pada perfusi jaringan dari isi hernia. Dan pada awalnya akan terjadi suatu bendungan pada vena sehingga akan terjadi suatu bentuk udem organ atau juga struktur di dalam hernia serta transudasi ke dalam kantong hernia. Munculnya udem ini bisa mengakibatkan jepitan dibagian cincing hernia menjadi semakin bertambah, sehingga pada akhirnya akan menyebabkan peredaran darah jaringan mengalami gangguan. Selain itu, isis dari hernia ini bisa terjadi nekrosis dan juga kantong hernia sendiri akan berisi transudat dalam bentuk cairan serosanguinus. Jika isi dari hernia sendiri terdiri dari usus, dan bisa terjadi suatu perforasi yang pada akhirnya bisa menimbulkan abses lokal, fistel, atau pertonitis, jika memang terjadi suatu hubungan dengan rongga perut.

Gejala Penyakit Hernia Pada Orang Dewasa

Posted in Gejala Hernia | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hernia Hiatus

Penyakit Hernia Hiatus – Herniasi lambung melalui hiatus esophagus dapat terjadi sebagai hernia geser biasa, dimana sambungan esophagus-lambung bergeser masuk ke dalam toraks atau merupakan hernia paraesofagus, dimana sebagian lambung (biasanya fundus) menyelinap masuk disamping sambungan gastroesofagus ke dalam hiatus. Hernia geser seringkali disertai dengan refluks gastreoesofagus, terutama pada anak yang pada orang dewasa tidak jelas. Pengobatan tidak diarahkan pada herniannya tetapi pada refluks gastreoesofagusnya.  Hernia paraesofagus mungkin ditemukan pasca fundoplikasi karena refluks gastreoesofagus, terutama jika tepi-tepi hiatus esophagus yang mengakami dilatasi belum merapat. Rasa  penuh setelah makan dan nyeri otot perut atas merupakan gejala yang biasa. Infarkan lambung yang mengalami herniasi jarang terjadi. Gejala penyakit hernia hiatus cenderung bertambah hebat dengan berbaring dan semua bentuk penyakit asam-peptik dapat paling buruk pada pagi  hari  jika sekresi asam tidak dinetralisasikan oleh makanan.

Penyakit Hernia Hiatus

Penyakit Hernia Hiatus

Penyakit Hernia Hiatus

Spasme esophagus yang disebabkan oleh refluks asam lambung ke dalam esophagus yang dapat disebabkan oleh refluks asam lambung ke dalam esophagus yang mukosanya sebelumnya telang terangsang, dapat menyebabkan nyeri yang meremas yang tidak dapat dibedakan dari iskemia miokard dan yang bahkan dapat memipunyai suatu pola radiasi yang mirip. Nyeri pada penyakit hernia hiatus disebabkan karena tukak lambung atau duodenum adalah epigastrik atau susternal, biasanya bermula kira-kira 1 sampai 1 ½ jam setelah makan dan biasanya mereda dalam beberqapa menit karena antasida atau susu.

Nyeri yang disebabkan oleh kolesistitis akut lebih umum dilukiskan sebagai rasa sakitm yang mungkin adalah epigastrik atau substernal. Nyeri ini umumnya cenderung terjadi kira-kira satu jam setelah makan dan tidak berhubungan dengan  pengarahan tenaga.  Adanya gangguan abdomen, seperti penyakit hernia hiatus atau tukak duodenum bukan merupakan bukti bahwa nyeri dada pasien berhubungan dengannya.  Gangguan-gangguan demikian sering  asimtomatik dan sama sekali tidak biasa pada pasien yang juga menderita angina pectoris.

Jika kita menemukan benjolan pada selangkangan, abdomen,skrotum, atau paha, segera hubungi dokter. Terkadang hernia dapat menimbulkan rasa sakit, dan rasa sakit itu akan bertambah parah terutama pada saat  mengubah posisi dari duduk ke berdiri. Kecuali hernia umbilical pada bayi, hernia-hernia yang lain cukup bandel sehingga tidak dapat menghilang begitu saja. Kita memerlukan bantuan dokter untuk mengatasinya.  Jika dibiarkan hernia akan semakin membesar dan rasa sakit yang ditimbulkannya pun semakin parah. Pada beberapa kasus hernia hiatal (hernia karena pembedahan) yang parah, dapat mengakibatkan sebagian intestine terperangkap. Kasus ini biasa disebut inkarserasi (incarceration). Pada kondisi ini, pasokan darah dapat tersumbat oleh intestine yang terperangkap tadi, kondisi ini disebut strangulasi.

Situasi ini dapat berbahaya, terutama jia terjadi infeksi yang menyebabkan jaringan strangulasi mati, jadi segera hubungi dokter. Jika setelah melakukan operasi hernia dan tampak ada warna kemerah-merahan pada area bekas sayatan operasu, segera beritahukan dokter. Boleh jadi, out adalah tanda-tanda infeksi yang segera memerlukan penanganan yang tepat.

Jenis gejala hernia hiatus ini merupakan salah satu jenis penyakit hernia yang banyak ditemukan. Pada kasus gejala hernia hiatus ini pada bagian bawah esofagus dan juga bagian kardia lambung biasanya melorot ke atas dan masuk ke dalam rongga dada duatas diafragma serta disertai dengan adanya esofageal junction-nya yang seusia dengan suatu porosnya lewat dari hiatus esofagus yang lebih normal. Jadi susunan secara anatomis dibagian bawah kardia lambung ini yang normal akan menjadi sangat terganggu, maka kemudian akan terjadi suatu bentuk refluks asam lambung dengan akibat gejala hernia seperti rasa panas di jantung. Dan jika gejala hernia hiatus ini terjadi dengan permanen, maka timbulnya atau munculnya kongesti dengan akibat dari terjadinya penyakit maag atau gastirtis, erosi, serta ulserasi dibagian lambung yang kemudian akan mengalami herniasi.

Diagnosis Penyakit Hernia Hiatus

Diagnosis yang ditegakkan pada gejala hernia hiatus adalah :

  1. Radiografi yakni salah satu nampak bayangan pada udara yang ada di belakang jantung dibagian foto dada atau juga dibagian thoraks.
  2. Fluroscopi yakni adalah pada bagian lambung yang biasanya mengalami herniasi yang tidak ikut ke dalam gelombang peristaltik yang bisa mendorong esofagus ke arah bawah.
  3. Endoskopi yakni untuk membantu mengetahui mengenai komplikasi yang kemungkinan muncul namun pemeriksaan ini biasanya jarang dilakukan.

Pengobatan gejala hernia hiatus adalah pemberian obat hernia seperti :

  1. Obat antasid
  2. Obat metokloropramid
  3. Kolinergik
  4. Simetialin
  5. Dan pilihan yang terakhir adalah dengan melakukan operasi.

Cara yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit hernia adalah dengan menjaga kesehatan tubuh serta memelihara stamina tubuh. Selain itu, mengonsumsi makanan yang mengandung serat yang berasal dari buah serta sayuran, menghindari terjadinya konstipasi atau susah buang air besar dan mengedan secara terus menerus. Sebaiknya jangan mengangkat barang atau juga mengangkat beban yang terlalu berat serta hindari makanan lain yang bisa mengakibatkan terjadinya batuk.

Pencegahan hernia dengan menggunakan celana hernia biasanya hanya bersifat sementara dan tidak bersifat tetap. Hal ini bertujuan untuk membuat hernia tidak menjadi semakin parah dan bisa mengurangi terjadinya resiko pembesaran. Sejauh ini yang sudah diketahui bahwa penggunaannya sendiri tidak mempunyai efek samping.

Penyakit Hernia Hiatus

Posted in Gejala Hernia | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Hernia Inguinalis

Gejala Hernia Inguinalis – Hernia Inguinalis adalah suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis adalah saluran berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Gejala Hernia Inguinalis

Gejala Hernia Inguinalis

Penyakit Hernia Inguinalis

Gejala Hernia inguinalis lateralis adalah hernia inguinal yang meninggalkan abdomen melalui annulus inguinalis profundus dan bergerak kebawah secara oblik melalui kanalis inguinalis di lateral arteri epigastrika inferior.

Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya gejala hernia inguinalis lateralis:

  1. Prosesus vaginalis yang persisten
  2. Peninggian tekanan dalam rongga perut (seperti batuk kronik, hipertrofi prostat, konstipasi, kehamilan)
  3. Kelemahan otot dinding perut (karena usia, kerusakan norvus ileoinguinalis dan nervus ileofemoralis setelah apendiktomi)

Gejala Penyakit Hernia

Gejala hernia inguinalis lateralis adalah :

  • Timbul benjolan di lipat paha saat berdiri, batuk, bersin atau mengedan dan hilang saat berbaring
  • Nyeri disertai mual muntah pada keadaan inkarserasi atau strangulasi

Biasanya hernia inguinalis menyebabkan terbentuknya benjolan di selangkangan dan skrotum, tanpa rasa nyeri. Jika penderita berdiri, benjolan bisa membesar dan jika penderita berbaring, benjolan akan mengecil karena isinya keluar dan masuk dibawah pengaruh gaya tarik bumi.

Penyakit hernia yang muncul pada bagian atas lipatan abdnominokrural adalah salah satu jenis hernia inguinalis dan juga muncul pada bagian bawah lipatan paha adalah hernia femoralis. Kanalis inguinalis ini adalah saluran oblik yang melewati kebagian dinding abdomen anterioir. Dan saluran ini kemungkinkan mempunyai struktur-struktur yang bisa melewati menuju ke dan juga dari testis ke abdomen untuk pria. Sedangkan pada wanita, saluran ini biasanya dilewati dari ligamen rotundum uteri, dari uterus menuju ke labium majus. Selain itu juga, saluran ini akan dilewati ke nervus ilionguinalis pada kedua jenis kelaminnya.

Panjang dari kanalis inguinalis pada orang dewasa adalah sekitar 4 cm. Dan selain itu juga terbentuk dari annulus inguinalis profundus atau interna sampai menuju ke inguinali superfisialis atau eksterna. Kanalis inguinalis yang letaknya sejajar dan tepat pada atas ligamen inguinalis. Pada daerah neonatus, annulus inguinalis interna biasanya terlat pada hampir tempat di posterioir pada annulus inguinalis eksterna sehingga kanalis inguinalis pada usia seperti ini sangat pendek. Kemudian, setelah itu annulus interna yang setelah itu bergerak menuju ke arah lateral akibat dari terjadinya suatu pertumbuhan.

Penyebab Hernia Inguinalis

Penyebab dari gejala hernia inguinalis adalah karena dinding otot yang sangat lemah atau juga disebabkan karena membran dengan normal menjaga organ tubuh untuk bagian yang lemah dan juga dibagian yang kendor. Penyakit hernia juga kebanyakan dialami oleh orang-orang yang berusia lanjut, karena pada usia lanjut biasanya otot-otot di dalam organ tubuh sudah mulai melemah dan mengalami kemunduran sehingga resiko untuk terkena penyakit hernia semakin besar. Sedangkan pada wanita, hernia bisa disebabkan karena terjadinya obesitas atau kegemukan.

Beberapa hal lain yang bisa memicu terjadinya penyebab penyakit hernia adalah :

  1. Mengangkat barang dengan beban yang terlalu berat
  2. Mengalami batuk atau bersin
  3. Akibat dari penyakit kronik pada paru-paru
  4. Akibat dari mengedan secara terus menerus saat sedang buang air besar
  5. Mengalami konstipasi
  6. Gangguan yang terjadi pada sistem metabolisme di jaringan ikat
  7. Asites atau juga penumpukkan pada cairan tidak normal di dalam rongga perut.
  8. Mengalami diare atau kejang pada perut
  9. Kehamilan
  10. Aktivitas yang dilakukan dengan berlebihan
  11. Bawaan sejak lahir atau kongenital.

Pengobatan Hernia

Tindakan untuk mengatasi penyakit hernia inguinalis adalah lewat tindakan operasi. Tindakan konservatif ini biasanya tindakan yang dilakukan dengan reposisi dan juga dengan pemakaian penyangga atau juga penunjang untuk membantu mempertahankan isis dari hernia yang sudah direposisi. Pengurangan dari hernia yang dilakukan secara non-operatif ini bisa dengan segera dilakukan dengan cara berbaring, dan kemudian posisi pinggang yang ditinggikan, setelah itu diberikan obat penghilang rasa sakit dan obat untuk menenangkan yang cukup bisa membantu memberikan relaksasi pada otot. Perbaikan pada hernia yang terjadi jika benjolan ini kemudian berkuran dan tidak adanya tanda-tanda secara klinis pada srangulasi.

Selain itu, pemakaian dari bantalan untuk menyangga biasanya hanya bertujuan untuk bisa membantu menahan hernia yang sudah direposisi tadi dan juga tidak bisa menyembuhkan sehingga sebaiknya dipakai seumur hidup. Hal ini baisanya dipilih jika pasien menolak melakukan reposisi lewat jalan operasi atau juga adanya suatu kontraindikasi pada operasi yang dilakukan. Dan biasanya cara ini tidak dianjurkan karena menimbulkan berbagai komplikasi. Misalnya salah satunya adalah bisa membuat kulit menjadi rusak dan menekan tonus dinding perut. Sedangkan strangulasi tetapmengancam. Pada anak-anak biasanya cara ini bisa menimbulkan terjadinya pengecilan testis karena terjadinya tekanan di bagian tali sperma yang mengandung kandungan darah testis.

Operasi merupakan salah satu tindakan rasional yang dilakukan pada penyakit hernia inguinalis dan yang paling utama adalah jenis strangulasi indikasi operasi yang sudah ada semenjak penegakkan diagnosis. Selain itu, jika reposisi yang dilakukan tiak berhasil, dalam waktu selama 6 jam maka harus dilakukan operasi dengan segera. Prinsip dasar yang dilakukan pada operasi hernia adalah herniotomi dan juga herniplastik.

Gejala Hernia Inguinalis

Posted in Gejala Hernia | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Hernia

Gejala Penyakit Hernia – Gejala Penyakit Hernia yang biasanya timbul pada penyakit ini adalah terdapat benjolan di skrotum yang bisa dimasukkan kembali atau tidak. Pada awalnya, benjolan muncul di pangkal paha, yang lama kelamaan turun ke bawah yaitu ke skrotum. Benjolan ini biasanya hilang timbul. Ketika berbaring benjolan akan masuk dan kempis, namun ketika beraktivitas benjolan akan kembali menonjol.

Gejala Penyakit Hernia

Gejala Penyakit Hernia

Penyakit Hernia

Sebagai upaya pencegahan dari dampak buruk Gejala Penyakit Hernia ini, kita wajib mendeteksi atau mengenali seluk beluk penyakit hernia yang banyak menyerang pria. Untuk mendeteksi penyakit hernia dapat dilakukan dengan 2 cara yakni dengan proses perabaan, serta pengamatan gejala yang biasanya muncul pada penderita hernia.

Untuk proses perabaan ini digunakan untuk mengetahui adanya tonjolan yang muncul seiring dengan terjadinya hernia eksternal. Sedangkan untuk mendeteksi hernia internal tidak dapat dilakukan hanya dengan perabaan, untuk mengetahui atau mendeteksi penyakit hernia internal ini perlu dilakukan suatu pemeriksaan dengan menggunakan alat bantu, karena tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Gejala Penyakit Hernia  yang dialami penderita hernia yang satu dengan yang lainnya, pastinya berbeda-beda. Beberapa gejala hernia yang mungkin terjadi dan paling umum terjadi adalah mengalami penurunan nafsu makan yang disebabkan penyakit hernia yang menjepit saluran pencernaan terutama usus, mengalami mual dan rasa ingin muntah. Di samping itu, terkadang penderita hernia mengalami peningkatan suhu tubuh, kemudian demam dan rasa sakit yang begitu hebat terutama pada bagian sekitar organ vital.

Jika mengalami Gejala Penyakit Hernia  seperti diatas, segera lakukan pemeriksaan untuk pembuktian, apakah Anda mengalami penyakit hernia atau tidak. Agar segera mendapat penanganan lebih lanjut sebelum penyakit hernia berkembang menjadi penyakit komplikasi.

Dari beberapa kasus yang terjadi akibat dari penyakit hernia, bahwa seorang pria yang menderita hernia akan mengalami komplikasi atau akibat dari hernia itu sendiri terutama pada seksual, seperti penurunan libido seksual, lemah syahwat/ impotensi, tidak mampu lagi melakukan hubungan seksual yang bersifat permanen, dsb.

Penatalaksanaan Penyakit Hernia

Penatalaksanaan hernia dibagi menjadi 2, konservatif dan operatif. Cara mengobati hernia secara konservatif terbatas pada tindakan pengembalian posisi (dengan cara mendorong masuk tonjolan yang ada secara manual) dan pemakaian penyangga (supportif) untuk mempertahankan isi hernia yang telah diresposisi. Pasien juga diajarkan untuk memasukkan kembali isi hernia ke dalam rongga perut. Pengurangan hernia secara non-operatif dapat dilakukan dengan berbaring, posisi pinggang du tinggikan, lalu diberikan analgetik (penghilang rasa sakit) dan sedatif (penenang) yang cukup untuk memberikan relaksasi otot. Perbaikan hernia terjadi jika benjolan berkurang dan tidak dapat terdapat tanda-tanda klinis strangulasi.

Penggunaan suportif  pada gejala hernia hanya bertujuan menahan hernia yang telah diresposisi dan tidak pernah menyembuhkan sehingga harus dipakai seumur hidup. Hal ini biasanya di pilih jika kita menolak dilakukan perbaikan secara operasi atau terdapat kontradiksi terhadap operasi. Cara ini tidak dianjurkan karena menimbulkan komplikasi, antara lain merusak kulit dan tonus otot dinding perut di d aerah yang tertekan sedangkan strangulasi tetap mengancam. Pada anak-anak cara ini dapat menimbulkan atrofi (pengecilan) testis karena tekanan pada tali sperma yang mengandung pembuluh darah testis.

Meskipun tersedia supportif bagi penderita gejala hernia, penanganan terbaik gejala hernia adalah dengan operasi. Penggunaan alat suportif  tidak menyembuhkan hernia. Operasi merupakan penatalaksanaan rasional hernia inguinalis, terutama jenis yang strangulasi. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis di tegakkan. Banyak pasien hernia inguinal yang memiliki gejala minimal. Sementara pada kasus hernia strangulasi, tindakan operasi harus segera dilakukan sebab usus yang terjepit akan segera mati dan mengalami pembusukan,

Operasi hernia yang dilakukan disebut dengan istilah herniotomi yang biasanya bertujuan untuk membantu membebaskan kantong hernia sampai ke lehernya, kemudian kantong dibuka dan isi dari hernia ini kemudian dibebaskan jika memang ada suatu perlekatan, dan kemudian setelah itu direposisi. Kantong hernia selanjutnya dijahit ikat setinggi mungkin kemudian setelah itu dipotong.

Sedangkan pada operasi hernia herniplastik ini dilakukan dengan cara mengecilkan anulis inginalis internus dan juga membantu menguatkan dinding belakang pada kanalis inguinalis. Dan dikenal dengan istilah metode hernioplastik misalnya adalah seperti mengecilkan anulus inguinalis internus dengan menggunakan jahitan yang terputus, setelah itu menutup dan kemudian menguatkan fasia transversa, dan setelah itu menjahitkan perteman pada m.transverus internus abdonis dengan m.oblikus internus abdnominis yang lebih banyak dikenal dengan nama conjoint tendon ke ligamentum inguinae Poupart lewat metode Bassini. Dan biasanya metode ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu memperbaiki orifisium miopektinea, superior yang berasal dari ligamentum inguinalis, yaknia dalah anulus profunda dan juga segitiga Hesselbach, sehingga bisa diterapkan baik untuk gejala hernia direk atau juga indirek.

Komplikasi Hernia

Komplikasi dari gejala hernia sendiri semuanya tergantung dari keadaan yang dialami oleh si penderita hernia. Isi dari hernia yang tertahan di dalam kantong hernia pada kasus hernia ireponible ini bisa terjadi jika isi dari hernia ukurannya terlalu besar, misalnya adalah yang terdiri dari omentum, organ ekstrapertoneal atau juga merupakan salah satu bentuk dari hernia akreta. Dan disini tidak bisa menimbulkan gejala hernia secara klinis kecuali dalam bentuk benjolan. Bisa juga terjadi pada isis hernia yang tercekik lewat cincin hernia sehingga terjadi hernia strangulata yang kemudian bisa menimbulkan terjadinya gejala obstruksi pada usus secara sederhana.

Gejala Penyakit Hernia

Posted in Gejala Hernia | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

Penyakit Hernia Pada Pria

Penyakit Hernia Pada Pria – Penyakit hernia bukan lah penyakit menular dan hanya terjadi pada pria. Hernia yang juga dikenal sebagai penyakit turun berok yang menyerang bagian dalam rongga perut yang berguna mendukung fungsi organ vital pria.

Penyakit Hernia Pada Pria

Penyakit Hernia Pada Pria

Penyakit Hernia

Jika diteliti mendalam, hernia merupakan bagian tubuh yang didalamnya terdapat beberapa bagian, seperti cincin, kantong serta isi hernia tersebut. Isi hernia terdiri dari usus, ovarium serta jaringan penyangga usus yang disebut dengan omentum. Namun apabila terdapat unsur yang dapat melepaskan lapisan otot dinding perut akan berakibat pada usus yang berpindah keluar menuju diafragma yakni bagian batas antara perut serta dada atau bisa juga timbul di suatu lipatan paha ataupun pusar.

Secara umum, Penyakit Hernia Pada Pria tidak menyebabkan nyeri, namun apabila hernia telah memasuki atau terjepit di cincin hernia, maka hernia akan menimbulkan rasa nyeri yang sangat menyakitkan. Rasa nyeri ini timbul akibat adanya infeksi pada bagian yang terjepit dan infeksi yang terjadi dapat menyebar ke bagian organ tubuh lainnya yang pada akhirnya akan mengakibatkan resiko yang cukup fatal yang mengancam jiwa.

Penyebab penyakit hernia dapat menyerang segala usia dari anak-anak, dewasa hingga usia lanjut. Penyakit hernia pun juga dapat menyerang pada bayi, hal ini disebabkan oleh tidak sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup yang terjadi pada saat turunnya buah zakar. Jika Penyakit Hernia Pada Pria menyerang orang dewasa atau orang tua usia lanjut, umumnya disebabkan oleh tekanan tinggi yang terjadi di bagian rongga perut, serta adanya kelemahan pada otot dinding perut yang timbul karena usia yang semakin bertambah.

Penyakit Hernia Pada Pria biasanya menyerang pria yang melakukan pekerjaan atau sering mengangkat beban berat di dukung oleh usia yang semakin tua dan kondisi fisik yang semakin melemah akan memberi peluang cukup besar terserang penyakit hernia.

Untuk masyarakat awam kebanyakan mengenal penyakit hernia dengan istilah turun berok, burut atau juga klingsir. Dan selain itu juga ada yang mengatakan adanya suatu benjolan yang terjadi pada selangkangan dan bagian kemaluan. Benjolan ini bisa mengecil atau bahkan menghilang disaat tidur atau juga disaat menangis sambil mengejan atau disaat mengangkat beban yang berat dan jika posisi dari pasien beridir maka bisa kembali muncul. Jika sudah terjadi suatu komplikasi maka bisa ditemukan nyeri.

Keadaan yang paling umum dari pasien biasanya akan terlihat baik, disaat benjolan tidak terlihat dan disaat pasien sedang disuruh untuk mengejan dengan cara menutup mulut dalam keadaan sedang berdiri. Jika ada hernia maka biasanya akan terlihat juga benjolan. Kika memang sudah terlihat suatu benjolan, maka sebaiknya lakukan pemeriksaan apakah benjolan ini bisa dimasukkan lagi atau juga tidak. Pasien biasanya diminta untuk berbaring dan kemudian bernapas lewat mulut untuk membantu mengurangi terjadinya tekanan secara intra abdominal, dan kemudian setelah itu skrotum diangkat dengan perlahan-lahan. Diagnosa yang ditegakkan pada penyakit hernia umumnya sudah bisa ditegaskan lewat pemeriksaan secara klinis dengan lebih teliti lagi. Keadaan dari cincin hernia yang juga sangat dibutuhkan untuk diperiksa. Lewat sktorum jari telunjuk ini kemudian dimasukkan lewat atas lateral dari tuberkulum pubikum. Kemudian ikuti fasikulus spermatikus sampai menuju ke arah annulus inguinalis internus. Dan dalam keadaan yang normal jari tangan juga tidak bisa masuk. Biasanya pasien akan diminta mengejan dan juga merasakan apakah masih ada massa yang menyentuh pada jari tangan. Jika memang massa tersebut masih menyentuh ke ujung jari maka biasanya dinamakan dengan istilah hernia inguinalis lateralis. Sedangkan jika menyentuh ke sisi jari maka diagsnosis yang ditegakkan adalah diagnosis hernia inguinalis medialis.

Penatalaksanaan Penyakit Hernia

Penatalaksanaan yang dilakukan pada penyakit hernia pada pria adalah dengan penalataksanaan medical. Gejala hernia yang tidak bisa terstrangulata atau juga inkarserata bisa terjadi secara mekanis berkurang. Dan suatu penyokong bisa juga digunakan untuk membantu mempertahankan penyakit hernia berkurang. Selain itu, penyokokng ini adalah salah satu bantalan yang biasanya diikatkan tempatnya dengan menggunakan sabuk. Bantalan ini kemudian ditempatkan pada atas hernia setelah penyakit hernia tadi diatasi dan dikurangi dan kemudian dibiarkan pada tempatnya untuk membantu mencegah terjadinya kekambuhan lagi. Klien atau pasien biasanya harus lebih cermat dalam memperhatikan kulit yang ada pada bawah penyokong untuk memanifestasikan terjadinya kerusakan.

Selain itu, penatalaksanaan dengan tindakan bedah adalah satu-satunya bentuk cara mengobati hernia atau pengobatan pada penyakit hernia inguinalis yang rasional. Dan indikasi dari operasi yang sudah ada ini begitu melakukan penegakkan diagnosa. Prinsip yang paling dasar dari operasi penyakit hernia biasanya terdiri dari herniotomi, hernioplasti, dan herniorafi. Pada kasus herniotomi, maka biasanya akan dilakukan suatu pembebasan pada kantong hernia sampai menuju ke lehernya, kemudian kantong dibuka dan setelah itu isi dari hernia kemudian dibebaskan jika memang ada suatu perlekatan, kemudian dilakukan direposisi. Kantong hernia kemudian dijahit, dan diikat setinggi mungkin setelah itu baru dipotong.

Komplikasi Hernia

Komplikasi yang terjadi biasanya adalah :

  1. Terjadi suatu perlengketan pada isi hernia dengan isi dari kantung hernia sehingga isi dari kantung hernia tadi tidak bisa dikembalikan ke bentuk semula. Dan keadaan seperti ini disebut dengan hernia inguinalis lateralis ireponibilis.
  2. Terjadinya suatu penekanan pada cincin hernia akibat dari banyaknya usus yang masuk tadi.

Penyakit Hernia Pada Pria

Posted in Gejala Hernia | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Tips Mencegah Hernia

Tips Mencegah HerniaPenyakit Hernia atau yang lebih dikenal sebagai penyakit yang melanda pria akibat turun berok, sedangkan dalam bahasa medis penyakit hernia yang banyak di derita pria, meski wanita memiliki resiko yang sama, namun penyakit hernia ini jarang sekali melanda wanita.

Tips Mencegah Hernia

Tips Mencegah Hernia

Penyakit Hernia

Setiap aktivitas yang disertai dengan terjadinya peningkatan tekanan di dalam perut biasanya akan membuat kondisi dari penyakit hernia menjadi semakin memburuk dan semakin parah. Ciri-ciri yang muncul dari penyakit hernia ini juga bisa bermacam-macam semuanya tergantung dari keadaan.

Gejala Hernia

Gejala penyakit hernia adalah :

  1. Rasa nyeri atau sakit dibagian perut bawah, kemudian rasa sakit ini akan semakin terasa saat penderita sedang batuk, sedang mengejan dan juga saat mengangkat beban yang sangat berat.
  2. Munculnya benjolan pada sekitar selangkangan atau juga didaerah sekitar perut. Biasanya benjolan ini juga akan semakin meningkat ukurannya disaat penderita sedang berdiri atau sedang ada tekanan perut yang mengalami peningkatan. Dalam beberapa kasus, benjolan atau tonjolan yang keluar biasanya disertai dengan rasa sakit yang jika dibiarkan secara terus menerus akan membuaat penyakit hernia menjadi masuk ke dalam skrotum.
  3. Kadang muncul rasa sakit yang juga disertai dengan demam. Jika usus tadi sudah terjebak atau juga terjepit dalam jangka waktu yang lama maka hal ini akan menimbulkan terjadinya kerusakan yang biasanya ditandai dengan muntah serta mual. Selain itu, munculnya nyeri yang selalu hadir ini biasanya juga disertai dengan gejala pada saluran pencernaan.

Jenis Penyakit Hernia

Penyakit hernia terbagi menjadi beberapa jenis, jenis penyakit hernia adalah ;

  1. Hernia reponibilis
    Hernia ini merupakan hernia yang isinya masih bisa keluar masuk jika sedang berdiri atau juga saat sedang mengejan dan kemudian setelah itu masuk lagi disaat sedang berbaring atau saat hernia didorong masuk kembali.
  2. Irreponibilis
    Hernia jenis ini adalah hernia yang tidak bisa keluar masuk kembali. Atau jga karena isi kantung dari hernia yang tidak bsia dikembalikan menuju ke tempat awalnya.

Sedangkan berdasarkan kejadian, penyakit hernia atau turun berok dibagi menjadi :

  1. Penyakit hernia kongenital
    Penyakit hernia jenis ini merupakan hernia bawaan lahir. Misalnya hernia umbilicalis yakni adalah penyakit hernia dibagian pusar yang menonjol disaat bayi sedang menangis, sedang mengejan, saat sedang batuk dan saat sedang melakukan aktivitas yang lain yang bisa membuat tekanan pada rongga di dalam perut mengalami peningkatan.
  2. Hernia bisa juga muncul akibat beberapa faktor penyebab hernia.

Mengobati Penyakit Hernia

Cara mengobati gejala hernia secara alami adalah :

  1. Ramuan 1
    Cara mengobati gejala hernia dengan menggunakan bahan dibawah ini :
    Bahan : 1 butir telur ayam kampung, 3 sendok makan madu asli, 3 sendok makan minyak samin, air putih secukupnya saja.
    Cara membuat : tuangkanlah telur ke dalam gelas, madu asli dan juga minyak samin. Kemudian tambahkanlah sedikit air. Setelah itu aduklah sampai semuanya tercampur merata. Dan kemudian setelah itu diminum di pagi hari, hasilnya biasanya Anda akan merasakan pada perut terasa sakit. Dan jika ramuan ini diminum secara berulang, maka akan bisa sembuh penyakt hernia atau poros yang sedang Anda alami. Anda bisa mencoba resep ini.

Tips Mencegah Penyakit Hernia

Tips mencegah hernia dan gejala hernia agar tidak muncul adalah :

  1. Mengurut atau melakukan pijat tradisional lewat orang yang berpengalaman membantu mengatasi turun berok atau hernia.
  2. Kurangilah mengangkat beban yang berat namun seandainya sudah terlanjur dilakukan, maka sebaiknya disaat Anda mengangkat barang sebaiknya tekukkan lutu dan kita mengangkatnya dari bawah misalnya seperti lifter atau juga seperti atlit angkat besi.
  3. Membiasakan diri dengan menggunakan celana dalam
  4. Membuasakan diri sebelum sarapan mengangkat kaki ke atas dan bokong yang menempel pada dinding sambil mengurut perut ke arah dada. Lakukanlah cara ini paling tidak 5-10 menit.
  5. Masukkanlah jari ke mulut setiap pagi hari sebelum sarapan seperti orang agar mau muntah, hal ini bisa bertujuan untuk membuat usus akan tertarik ke atas dengan sendirinya dan mencegah terjadinya hernia.

Namun bila pria merasakan atau mengalami suatu gejala yang tidak biasa terutama pada bagian ogan vital atau sekitar usus dapat melakukan suatu pencegahan sebagai upaya dini untuk memperkecil resiko dari penyakit hernia.

Berikut ini beberapa Tips Mencegah Hernia :

  1. Pertahankan berat badan ideal, sesuai dengan tinggi badan dan usia kita.
  2. Berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui pola dan jenis makanan yang baik, jika kita menduga mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  3. Jadikan buah-buahan, sayuran dan biji-bijian sebagai hidangan wajib diet kita. Jenis makanan tersebut mengandung banyak serta yang dapat mencegah terjadinya sembelit.
  4. Berhati-hati saat mengangkat beban berat. Pastikan untuk mengangkat benda tersebut dengan hati-hati. Jangan paksakan untuk mengangkat sesuatu yang diluar kemampuan kita untuk mengangkatnya.
  5. Hubungi dokter saat menderita batuk berkepanjangan
  6. Berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan batuk dan ini dapat mengguncang otot-otot abdominal.

Beberapa tips mencegah hernia dan gejala hernia diatas bisa membantu menghindari serta mengatasi hernia atau turun berok sejak dini. Kemudian jika memang hernia yang Anda alami sudah parah lakukanlah pemeriksaan ke dokter.

Tips Mencegah Hernia

Posted in Gejala Hernia | Tagged , , , | 2 Comments